Lapas Indramayu Ukir Capaian Positif di 2025, Raih Penghargaan dan Tingkatkan Layanan
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu berhasil menorehkan berbagai prestasi gemilang sepanjang tahun 2025 di berbagai bidang strategis. Keberhasilan ini diraih berkat komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pembinaan, pelayanan, serta keamanan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran dan dukungan dari berbagai pihak.
“Sepanjang tahun 2025, kami berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik, baik kepada warga binaan maupun masyarakat. Alhamdulillah, berbagai program berjalan dengan baik dan menunjukkan hasil yang positif,” ujar Berthoni, Rabu (31/12/2025).
Di bidang kesehatan, Lapas Indramayu kini memiliki Klinik Pratama yang memberikan pelayanan kesehatan harian bagi warga binaan. Selama tahun 2025, tercatat 2.015 warga binaan memanfaatkan layanan kesehatan di klinik ini.
Selain pengobatan, Lapas Indramayu juga rutin melaksanakan skrining kesehatan, seperti pemeriksaan TBC dan Scabies, sebagai langkah pencegahan penyakit menular.
Dalam pemenuhan hak-hak warga binaan dan tahanan, Lapas Indramayu telah merealisasikan berbagai program integrasi dan layanan hukum.
Sepanjang 2025, Lapas Indramayu memberikan 510 remisi khusus, 447 remisi umum, dan 436 remisi dasawarsa. Selain itu, terdapat 140 pembebasan bersyarat, 100 bebas murni, 71 cuti bersyarat, serta 95 layanan bantuan hukum. Lapas Indramayu juga melayani 39.522 kunjungan keluarga warga binaan.
Pembinaan kepribadian dan mental menjadi fokus utama. Selama tahun 2025, kegiatan keagamaan dan pengajian rutin diikuti oleh 410 warga binaan, sementara 98 warga binaan mengikuti program belajar mengaji. Kegiatan admisi orientasi diikuti 497 warga binaan, olahraga diikuti 400 orang, pramuka sebanyak 33 orang, serta kegiatan perpustakaan dan kesenian seperti band dan marawis yang diikuti 19 warga binaan.
Di bidang ketahanan pangan, Lapas Indramayu berhasil mengelola lahan seluas 11.923 meter persegi untuk kegiatan pertanian dan perikanan dengan melibatkan 125 warga binaan.
“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. Sepanjang tahun 2025, program ketahanan pangan menghasilkan upah bagi warga binaan sebesar Rp60.945.100, serta berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp10.644.000,” ungkap Berthoni.
Selain itu, 85 warga binaan aktif dalam program UMKM, meliputi usaha meubel, sablon, pembuatan gantungan kunci, coir shade, cake and bakery, pembuatan sabun, koja, serta jasa laundry dan pangkas rambut.
Lapas Indramayu juga aktif melaksanakan kegiatan sosial, di antaranya bakti sosial, aksi kebersihan massal, penyaluran 2.219 paket sembako kepada anak yatim piatu dan masyarakat sekitar yang membutuhkan, serta pelayanan kesehatan gratis bagi warga binaan dan masyarakat eksternal di rumah yatim.
Dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, Lapas Indramayu secara konsisten melaksanakan langkah-langkah preventif. Sepanjang 2025, telah dilakukan 53 kali razia rutin dan gabungan, 143 tes urine pegawai, 160 tes urine warga binaan, pengecekan sarana dan prasarana, perawatan senjata api, kontrol keliling setiap hari kerja, pemindahan 88 warga binaan, serta penyusunan laporan deteksi dini secara berkala setiap triwulan.
Menatap tahun 2026, Berthoni menegaskan bahwa Lapas Indramayu telah menetapkan sejumlah target strategis.
“Ke depan, kami akan menindaklanjuti 15 program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, menargetkan perolehan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), serta meningkatkan kompetensi pegawai melalui pengadaan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia,” pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow