Roti Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Berjamur, Orang Tua Murid Resah

Roti Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Berjamur, Orang Tua Murid Resah

Smallest Font
Largest Font

Kasus roti berjamur yang ditemukan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Madiun menjadi perhatian serius. Orang tua murid menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap mutu makanan yang diberikan kepada anak-anak usia dini.

Roti Berjamur Ditemukan di Paket MBG

Roti berjamur ditemukan dalam paket MBG yang dibagikan kepada siswa PAUD Al Hidayah, Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Salah seorang wali murid menemukan roti tersebut setelah anaknya sempat memakan salah satu roti dari paket tersebut.

Keresahan Orang Tua Murid

Temuan ini membuat para orang tua murid resah dan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan dan pengendalian mutu atau quality control pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia menu MBG. Mereka menilai pengawasan perlu diperketat mengingat sasaran program adalah anak usia dini yang rentan terhadap gangguan kesehatan.

Tuntutan Evaluasi Menyeluruh

Orang tua murid mendesak agar pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan dan distribusi makanan dalam program MBG. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

Tindakan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melakukan monitoring ke SPPG Assalam Sumberejo, Kecamatan Geger, yang menjadi salah satu penyedia MBG. Petugas Dinas Kesehatan bersama ahli gizi dari SPPG Assalam juga melakukan konfirmasi kepada sejumlah pelaku UMKM pembuat roti yang memasok bahan untuk program MBG, guna memastikan kondisi roti sebelum diserahkan ke dapur penyedia.

Monitoring ke SPPG Assalam

Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun berupaya memastikan standar kebersihan dan kualitas makanan yang disajikan oleh SPPG Assalam. Monitoring dilakukan secara berkala untuk mencegah terjadinya masalah serupa di masa mendatang.

Konfirmasi ke Pelaku UMKM

Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan pelaku UMKM yang memasok roti untuk program MBG. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa roti yang diproduksi memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Penjelasan dari Ahli Gizi SPPG Assalam

Ahli gizi SPPG Assalam, Rizka Nabila, menjelaskan bahwa paket MBG tersebut disiapkan untuk konsumsi tiga hari dengan isi menu yang beragam. Ke depan, pihaknya berjanji akan memperketat pemeriksaan kualitas makanan meski tetap menggandeng UMKM lokal, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Ke depan, pihaknya berjanji akan memperketat pemeriksaan kualitas makanan meski tetap menggandeng UMKM lokal, agar kejadian serupa tidak terulang kembali," kata Rizka Nabila.

Janji Perbaikan dan Pengawasan Mutu

Pihak SPPG Assalam berjanji akan meningkatkan pengawasan mutu makanan yang disajikan dalam program MBG. Mereka akan bekerja sama dengan UMKM lokal untuk memastikan kualitas bahan baku yang digunakan.

Komitmen Menggandeng UMKM Lokal

SPPG Assalam tetap berkomitmen untuk menggandeng UMKM lokal dalam penyediaan makanan untuk program MBG. Namun, mereka akan lebih selektif dalam memilih UMKM yang memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Pemeriksaan Kualitas yang Lebih Ketat

SPPG Assalam akan memperketat pemeriksaan kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada siswa. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus roti berjamur terulang kembali.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow