Lampung Waspada! Bibit Siklon Tropis 90S Ancam Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung memperingatkan masyarakat akan potensi cuaca ekstrem akibat bibit Siklon Tropis 90S. Fenomena ini diperkirakan akan berdampak pada wilayah Lampung hingga 2 Januari 2026, dengan potensi peningkatan curah hujan.
Analisis dan Prediksi BMKG
Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini. BMKG memprediksi adanya peningkatan curah hujan di Lampung dalam beberapa hari mendatang.
Identifikasi Bibit Siklon Tropis 90S
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung, Nanang Buchori, menjelaskan bahwa bibit siklon ini teridentifikasi sebagai area tekanan rendah (low pressure area) dengan kekuatan 1006 mb. Sistem ini berpotensi melintasi wilayah Lampung.
Dampak Cuaca yang Diperkirakan
BMKG memperkirakan dampak cuaca ekstrem akan terjadi pada periode 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pemicu Perlambatan Massa Udara
Menurut Nanang, bibit Siklon Tropis 90S terpantau di Samudera Hindia barat daya Banten, yang memicu perlambatan massa udara.
Konvergensi Massa Udara
Terjadi pertemuan massa udara atau konvergensi yang memanjang melewati Lampung. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan intens. “Fenomena atmosfer ini meningkatkan potensi hujan lebat di Lampung,” ujar Nanang, Rabu, 31 Desember 2025.
Faktor-Faktor Pendukung Cuaca Ekstrem
BMKG juga memantau aktivitas gelombang atmosfer Equatorial Rossby dan nilai outgoing longwave radiation (OLR) negatif di Lampung.
Peningkatan Aktivitas Awan Konvektif
Kondisi tersebut menandakan peningkatan aktivitas awan konvektif, yang berakibat pada potensi hujan lebat yang semakin besar.
Suhu Muka Laut Hangat
Suhu muka laut di perairan Lampung terpantau hangat, berkisar antara 29 hingga 30 derajat Celsius.
Anomali Suhu Positif
BMKG mencatat anomali suhu positif hingga +0,5 derajat Celsius, yang memperkuat suplai uap air.
Kelembapan Udara Tinggi
Kelembapan udara terpantau tinggi di seluruh lapisan atmosfer, dengan nilai indeks labilitas atmosfer yang juga tergolong tinggi. “Kondisi tersebut mendukung pembentukan awan hujan signifikan,” ujar Nanang.
Curah Hujan Tinggi Terpantau
Berdasarkan pemantauan hingga malam 30 Desember 2025, hujan lebat telah terjadi di sejumlah wilayah. Bahkan, hujan sangat lebat tercatat di beberapa daerah.
Distribusi Curah Hujan
BMKG mencatat curah hujan lebih dari 100 milimeter di Lampung Tengah dan Lampung Timur. Selain itu, hujan lebat dengan curah 50 hingga 70 milimeter terjadi di Lampung Selatan dan Pringsewu.
Imbauan dan Tindakan Mitigasi
Kondisi ini menunjukkan dampak nyata dari dinamika atmosfer. Oleh sebab itu, BMKG meminta pemerintah daerah untuk bersiaga.
Waspada Banjir dan Longsor
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir dan longsor, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana.
Perhatikan Kondisi Gelombang Laut
Nelayan juga diimbau untuk memperhatikan kondisi gelombang laut, karena angin kencang berpotensi terjadi di perairan Lampung.
Pemantauan Intensif
BMKG menegaskan bahwa pemantauan terus berlangsung secara intensif dan informasi terbaru akan disampaikan secara berkala.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow