Warga Kentangan Gotong Royong Pulihkan Lapangan Akibat Polemik Gerai KDMP
- Polemik Pembangunan Gerai KDMP di Lapangan Desa
- Pengembalian Kondisi Lapangan Secara Swadaya
- Miskomunikasi Antara Pemerintah Desa dan Masyarakat
- Kekecewaan Warga Terhadap Pemerintah Desa
- Proses Pengembalian Lapangan Disaksikan Aparat
- Bukan Aksi Unjuk Rasa, Melainkan Kepedulian Warga
- Harapan Masyarakat ke Depan
Masyarakat Desa Kentangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, bergotong royong memulihkan kondisi lapangan desa yang sempat rusak akibat polemik pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Aksi ini dilakukan secara swadaya karena kekecewaan terhadap pemerintah desa yang dinilai kurang bertanggung jawab.
Polemik Pembangunan Gerai KDMP di Lapangan Desa
Pembangunan Gerai KDMP di Lapangan Desa Kentangan sempat memicu polemik di tengah masyarakat. Meski akhirnya disepakati untuk dipindahkan, kerusakan pada fasilitas umum akibat pembangunan terlanjur terjadi.
Pengembalian Kondisi Lapangan Secara Swadaya
Puluhan warga Desa Kentangan terpaksa melakukan pengembalian kondisi lapangan desa seperti semula secara swadaya. Pengurukan bekas galian pondasi bangunan dilakukan menggunakan alat berat excavator, tanpa dukungan anggaran dari pemerintah desa.
Miskomunikasi Antara Pemerintah Desa dan Masyarakat
Pernyataan Koordinator Masyarakat Desa Kentangan
Koordinator masyarakat Desa Kentangan, Joko Susilo, mengungkapkan bahwa langkah tersebut diambil lantaran adanya miskomunikasi sejak awal antara pemerintah desa dan masyarakat terkait rencana pembangunan gerai KDMP.
"Ini pengembalian tanah lapangan yang kemarin sempat direncanakan untuk pembangunan gerai KDMP. Karena ada miskomunikasi dengan masyarakat, akhirnya disepakati lokasi pembangunan dipindahkan," ujar Joko, Minggu (21/12/2025).
Kekecewaan Warga Terhadap Pemerintah Desa
Joko mengaku kecewa lantaran pemerintah desa menyampaikan tidak memiliki anggaran untuk mengembalikan kondisi lapangan seperti semula, padahal kerusakan terjadi akibat rencana pembangunan yang diinisiasi pemerintah desa.
"Pemerintah desa menyampaikan tidak ada anggaran untuk pengembalian lapangan. Akhirnya ini murni aspirasi masyarakat. Dengan biaya swadaya, kami mengembalikan lapangan agar bisa kembali digunakan warga," tegasnya dengan nada kecewa.
Proses Pengembalian Lapangan Disaksikan Aparat
Proses pengembalian lapangan desa tersebut tetap disaksikan oleh unsur pemerintah desa, Koramil, dan pihak Polsek setempat guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Bukan Aksi Unjuk Rasa, Melainkan Kepedulian Warga
Penjelasan Tokoh Masyarakat Desa Kentangan
Senada dengan Joko, tokoh masyarakat Desa Kentangan, Gunawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan aksi unjuk rasa, melainkan bentuk kepedulian warga terhadap fasilitas umum desa yang selama ini dimanfaatkan bersama.
"Ini bukan aksi. Kami hanya ingin lapangan dikembalikan seperti semula supaya bisa digunakan lagi oleh masyarakat," ujarnya.
Harapan Masyarakat ke Depan
Masyarakat berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi pemerintah desa agar ke depan lebih terbuka, komunikatif, dan bertanggung jawab dalam setiap perencanaan pembangunan, sehingga tidak menimbulkan konflik maupun polemik di tengah masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow