Indosat Percepat Pemulihan Jaringan di Sumatra Pasca Banjir Akhir Desember 2025
- Pemulihan Jaringan untuk Menjaga Komunikasi Masyarakat
- Fokus Utama Pemulihan di Aceh Tamiang
- Konektivitas Vital Saat Bencana
- Pendekatan Teknis Menyeluruh dalam Pemulihan
- Koordinasi dengan Pemerintah dan Lembaga Terkait
- Prioritaskan Penguatan Jaringan di Lokasi Strategis
- Command Center Terpusat untuk Memantau Kondisi Jaringan
- Bantuan Kemanusiaan Melalui Program Indosat SIGAP
- Target Pemulihan Jaringan Secara Menyeluruh
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus berupaya memulihkan jaringan telekomunikasi di Sumatra pasca banjir yang melanda. Perusahaan telekomunikasi ini berhasil mengaktifkan kembali 92 persen Base Transceiver Station (BTS) di seluruh wilayah terdampak hingga akhir Desember 2025.
Pemulihan Jaringan untuk Menjaga Komunikasi Masyarakat
Pemulihan jaringan ini sangat penting untuk menjaga komunikasi masyarakat, terutama dalam proses evakuasi, distribusi bantuan, dan aktivitas harian warga. Konektivitas yang terjamin memastikan koordinasi berjalan lancar dan informasi dapat diakses dengan mudah.
Fokus Utama Pemulihan di Aceh Tamiang
Tim teknis Indosat bergerak cepat sejak fase tanggap darurat dan fokus pada pemulihan jaringan yang terdampak banjir, terutama di wilayah Aceh Tamiang. Sebagian besar area di kabupaten tersebut kini telah kembali menikmati layanan komunikasi.
Konektivitas Vital Saat Bencana
Komitmen Indosat dalam Menjaga Layanan
EVP Head of Circle Sumatra, Agus Sulistio, menekankan pentingnya konektivitas saat bencana dan menegaskan komitmen Indosat untuk menjaga layanan tetap tersedia bagi masyarakat.
"...konektivitas berperan vital saat bencana. Ia menegaskan Indosat berkomitmen menjaga layanan tetap tersedia bagi masyarakat," kata Agus Sulistio.
Pendekatan Teknis Menyeluruh dalam Pemulihan
Indosat menjalankan pemulihan dengan pendekatan teknis yang menyeluruh, termasuk penggantian perangkat jaringan yang rusak, perbaikan jalur serat optik yang terputus, serta pemasangan genset dan baterai cadangan untuk menjaga pasokan listrik.
Penggunaan Satelit Link untuk Wilayah Terpencil
Untuk wilayah yang belum terhubung serat optik, Indosat menggunakan satelit link untuk memastikan layanan tetap berjalan meskipun akses darat terbatas.
Penambahan Personel Teknis
Indosat juga menambah jumlah personel teknis, dengan tim internal dan mitra ekosistem bekerja tanpa henti di berbagai titik terdampak.
Koordinasi dengan Pemerintah dan Lembaga Terkait
Indosat menjalin koordinasi aktif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, BNPB, serta pemerintah daerah untuk mempercepat distribusi bahan bakar dan pembukaan akses wilayah.
Prioritaskan Penguatan Jaringan di Lokasi Strategis
Indosat menempatkan tim siaga di lokasi strategis seperti bandara, rumah sakit, terminal, dan area pengungsian untuk memprioritaskan penguatan jaringan.
Command Center Terpusat untuk Memantau Kondisi Jaringan
Indosat mengoperasikan Command Center terpusat di Jakarta, Medan, dan Aceh untuk memantau kondisi jaringan secara real time selama proses pemulihan. Langkah ini membantu pengambilan keputusan cepat di lapangan.
Bantuan Kemanusiaan Melalui Program Indosat SIGAP
Selain memulihkan jaringan, Indosat menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Indosat SIGAP, termasuk membuka dapur umum dan posko bantuan di berbagai wilayah terdampak, serta meningkatkan kapasitas bantuan hingga ribuan porsi makanan setiap hari.
Pembangunan Sumur Bor di Aceh Tamiang
Indosat juga membangun sumur bor di Aceh Tamiang untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Target Pemulihan Jaringan Secara Menyeluruh
Ke depan, Indosat menargetkan pemulihan jaringan secara menyeluruh, dengan terus memperkuat infrastruktur dan menambah sumber daya untuk memastikan layanan komunikasi tetap tangguh dan responsif, sehingga masyarakat tetap terhubung kapan pun, termasuk saat kondisi darurat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow